Slutena untuk terapi penyakit Glukoma

Slutena untuk terapi

penyakit Glukoma

Slutena untuk terapi penyakit Glukoma

Slutena untuk terapi penyakit Glukoma Untuk Anda atau saudara , sanak famili yang sedang menderita penyakit glukoma tentunya ingin memiliki kesembuhan dan ingin mempunyai cahaya kehidupan. karena mata adalah merupakan cahaya kehidupan kita. Penyakit Glukoma merupakan salah satu dari sekian banyak jenis penyakit yang menjangkit mata dengan gejala yang tidak langsung, di mana secara bertahap hal ini akan menyebabkan penglihatan atau pandangan mata lama kelamaan semakin berkurang hingga pada akhirnya nanti akan terjadi kebutaan pada mata penderita Glaukoma ini.

Slutena untuk terapi penyakit Glukoma dan penyakit lainnya

Kenapa bisa menyebabkan kebutaan pada penderita Glaukoma ? Jawabannya adalah karena saluran cairan yang keluar dari kedua bola mata akan terhambat. Hingga hal ini akan menyebabkan bola mata akan semakin membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata. Dan pada akhirnya saraf mata tidak akan mendapatkan aliran darah, dan hal ini akan menyebabkan saraf mata akan menjadi mati. Penyakit Mata Glaukoma ini bisa saja menjangkiti siapa pun.

Mendeteksi dan mencegah serta menanganinya sejak dini merupakan suatu cara atau langkah untuk menghindari kerusakan yang serius pada mata akibat dari adanya penyakit Glaukoma. Bagi anda yang beresiko tinggi akan terkena Glaukoma, disarankan untuk memeriksakan mata anda secara teratur ke dokter spesialis mata sejak usia 35 tahun.  faktor resiko yang menyebabkan glukoma tersebut yang di antaranya adalah :

  •    Adanya riwayat glaukoma di dalam keluarga.
  •    Adanya tekanan bola mata tinggi
  •    Miopia (rabun jauh)
  •     Diabetes (kencing manis)
  •     Mempunyai Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  •     Menderita migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  •     Kecelakaan atau operasi pada mata yang sebelumnya pernah dilakukan
  •     Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
  •     Memiliki usia lebih dari 45 tahun
Slutena untuk terapi penyakit Glukoma

Slutena untuk terapi penyakit Glukoma

Itulah tadi faktor yang akan mempengaruhi terhadap seseorang yang akan beresiko terkena salah satu jenis kelainan atau penyakit mata yakni Glaukoma. Penyakit Glaukoma ini ternyata tidak hanya sebatas Glaukoma. Akan tetapi terdapat beberapa Jenis-Jenis Glaukoma yang bisa dibedakan atas 4 macam penyakit Glaukoma

Jenis-Jenis Penyakit Glaukoma

  •   Glaukoma Sudut Terbuka Primer [Primary Open Angle Glaucoma]

Glaukoma Sudut Terbuka Primer ini merupakan tipe atau Jenis Glaukoma yang paling umum atau sering dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga akan beresiko tinggi jika ada riwayat dalam keluarga anda. Jenis Glaukoma ini biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Pemeriksaan mata secara teratur ke dokter spesialis mata sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan secara dini. Glaukoma jenis ini biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

  • Glaukoma Sudut Tertutup Akut [Acute Angle Closure Glaucoma]

Glaukoma Sudut Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang sangat mengganggu penderitanya. Gejalanya adalah sakit mata yang terasa sangat hebat, pandangan menjadi kabur dan terlihat warna-warna di sekeliling cahaya. Beberapa pasien bahkan mual dan muntah-muntah jikamenderita Glaukoma jenis ini. Glaukoma Sudut Tertutup Akut termasuk jenis Glaukoma yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, maka segera hubungi dokter spesialis mata Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin dan konsultasi.

  • Glaukoma Sekunder [Secondary Glaucoma]

Glaukoma Sekunder ini biasanya diakibatkan oleh kondisi lain atau diakibatkan oleh penyakit lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya. Tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan bahan kimia tersebut

  • Glaukoma Kongenital [Congenital Glaucoma]

Glaukoma Kongenital ini biasanya ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran. Glaukoma jenis ini biasanya diakibatkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata yagn tidak bisa berfungsi dengan baik. Akibatnya, tekanan bola mata meningkat terus sehingga menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut serta sangat peka terhadap cahaya atau sinar.

Slutena untuk kesehatan dan terapi penyakit Glukoma. Karena Lutein dalam slutena tergolong karetenoid, bersama dengan zeaxanthin termasuk kelas xantophil. Dari penelitian yang dilakukan oleh Landrum, keduanya diketahui, merupakan satu-satunya karetenoid yang terdapat di dalam jaringan tubuh manusia, yakni di mata. Konsentrasi lutein dan zeaxanthin terbanyak terdapat di makula. Sedangkan Yeum dkk menemukan bahwa keduanya juga terdapat di dalam lensa, meski dalam jumlah yang lebih sedikit. Kemudian, Krinsky menyimpulkan bahwa lutein dan zeaxanthin berperan penting pada kesehatan mata, yakni sebagai antioksidan dan pelindung dari energi sinar biru.

Serangkaian penelitian telah dilakukan untuk membuktikan simpulan itu, diantaranya penelitian terhadap primata yang memiliki makula mirip manusia. Setelah diberi paparan laser sinar biru (476 nm), retina primata yang kurang mendapat lutein dan zeaxanthin mengalami kerusakan lebih berat. Kemudian, mereka diberi suplemen lutein dan zeaxanthin selama 22-28 minggu yang memberikan hasil ternyata kerusakan yang timbul lebih kecil dibandingkan sebelum mendapat suplemen. Lutein tidak hanya baik untuk bayi dan anak-anak, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang dewasa dengan penyakit mata.

Tubuh kita tidak dapat membentuk lutein sehingga lutein diperoleh dari sayuran, buah-buahan, suplemen, dan ASI. Lutein terutama banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau tua misalnya bayam dan hanya sedikit pada wortel. Sayangnya, sayuran bukanlah makanan favorit bagi sebagian besar bayi dan anak-anak.

Slutena untuk terapi penyakit Glukoma

Slutena untuk terapi penyakit Glukoma

Di Amerika Serikat, hanya 10% anak berusia 4 bulan sampai 2 tahun yang makan sayuran hijau minimal sekali sehari. Di Inggris, sebanyak 40% anak usia 2 hingga 6 tahun yang mengonsumsi sayuran kurang dari sekali sehari, sementara lebih dari 30% dari mereka yang makan buah tidak setiap hari.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memerkirakan kombinasi konsumsi buah dan sayuran anak-anak usia dibawah 5 tahun di Eropa berkisar 133gr/hari hingga 263gr/hari. Angka ini jauh dari rekomendasi WHO untuk konsumsi buah dan sayuran untuk anak-anak yakni sekitar 400 gr atau 5 kali setiap hari.

Lutein tentu saja terdapat dalam ASI. Namun, sebuah penelitian yang melibatkan 471 wanita di sembilan kota di seluruh dunia, menunjukkan beragamnya jumlah kandungan lutein dan zeaxanthin dalam ASI dan sangat tergantung dari konsumsi buah-buahan dan sayuran selama kehamilan. Bayi yang tidak mendapat ASI dan mengonsumsi susu formula ternyata tidak mendapatkan sumber lutein yang baik karena susu formula tidak mengandung lutein.

Suplementasi lutein, dapat menjadi salah satu jalan keluar. Penambahan lutein ke dalam makanan ataupun susu formula akan membantu pemenuhan kebutuhan akan lutein. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa lutein dalam bentuk kristal murni, aman digunakan sebagai suplemen makanan.

Seiring bertambahnya usia, fungsi penglihatan akan semakin berkurang. Kondisi ini dikenal sebagai degenerasi makula. Dalam kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan. Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi ini adalah dengan mengkonsumsi cukup lutein.

Berikut adalah 3 manfaat lutein untuk kesehatan mata dan fungsi penglihatan:

  •  Lutein Melindungi Fungsi Penglihatan , Makanan atau multivitamin yang mengandung lutein akan memberikan tubuh karotenoid alami. Karotenoid merupakan bahan aktif  seperti yang ditemukan dalam wortel yang dapat bertindak sebagai perisai mata untuk melindungi kerusakan. Lutein membantu melindungi kerusakan retina seiring bertambahnya usia untuk menjaga fungsi penglihatan berada dalam tingkat optimal.
  • Mencegah Katarak , Katarak adalah kondisi yang dialami terutama oleh orang yang telah berusia lanjut. Katarak menyebabkan penglihatan menjadi kabur karena terjadinya pembentukan lapisan keruh pada mata. Lutein dalam dosis mencukupi dapat mencegah kondisi ini terjadi. Setelah satu atau dua minggu mengkonsumsi suplemen lutein, perbaikan pada fungsi penglihatan seharusnya sudah mulai terasa.
  • Memperkuat RetinaFungsi retina akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia atau ketika kekuarangan nutrisi. Pastikan untuk melindungi mata dari sinar matahari langsung. Selain itu, makanan atau suplemen multivitamin yang mengandung lutein akan melindungi retina sehingga dapat mempertahankan kesehatan mata

S.Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S.Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk terapi penyakit.

S.Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S.Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Artikel Lain Mengenai Superlutein S Lutena 

Untuk Pemesanan produk bisa hubungi kami via TELPON / WA / SMS

Slutena untuk terapi penyakit Glukoma

You may also like...